CURHAT

Bagi wanita curhat adalah hal yang biasa dan lumrah dilakukan bila kita sedang menghadapi suatu masalah. Curhat bukanlah kebiasaan dari Bunda Maria karena beliau menyimpan segala perkara di dalam hatinya ( Lukas 2:15). Tetapi mengapa pada waktu itu Maria mengunjungi Elisabeth pasti ada alasan tertentu.
Elisabeth adalah isteri Zakaria. Pasangan suami isteri ini sudah tua , tapi dimasa tuanya Elisabeth mengandung. Sungguh suatu hal yang ajaib dan luar biasa. Hal yang ajaibpun terjadi pada Maria dia belum mempunyai suami tapi ia mengandung dari Roh Kudus. Bagi orang-orang dimasa itu maupun sekarang peristiwa yang terjadi pada kedua wanita ini merupakan suatu hal yang mustahil dan luar biasa. Kiranya ini alasan bagi Maria mengunjungi Elisabeth mereka berdua sama-sama mengalami permasalahan yang sama.
Maria sangat bijaksana memilih Elisabeth sebagai teman curhat karena Elisabeth dan Zakaria merupakan orang-orang yang menyandarkan hidupnya pada Tuhan. Perjumpaaan kedua wanita ini memberikan peneguhan iman bagi keduanya dan memberikan pengaruh yang positif hal ini bisa kita lihat dari percakapan keduanya.
Perhatikan kata-kata Elisabeth “diberkatilah engkau diantara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu………siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku mengunjungi aku? Ketika Maria datang Elisabeth tidak menanyakan mengapa dan bagaimana dia bisa hamil melainkan dia bersuka cita dan memuji Maria dengan ungkapan syukur dan penuh kerendahan hati. Bayi yang ada dalam kandungan Elisabethpun bergerak “melonjak kegirangan” janin ini tentunya melonjak bukan karena Maria melainkan karena janin yang ada dalam kandungan Maria. Elisabeth penuh dengan roh kudus dan bernubuat “berbahagialah ia yang telah percaya sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.
Selanjutnya disambung dengan nyanyian pujian Maria “jiwaku memuliakan Tuhan dan hatiku bergembira karena Allah juru selamatku….Maria adalah seorang yang sopan / mempunyai etika. dan rendah hati. Ia tidak ‘mabuk’ / menjadi sombong karena berkat Tuhan yang ia terima (sedang mengandung akan melahirkan Anak Allah / Mesias). Kerendahan hatinya ditunjukkan dengan seluruh ungkapan yang ada dalam pujiannya.
Betapa indahnya perjumpaan kedua wanita ini yang diisi dengan pujian bagi Allah dan saling menuguhkan iman keduanya. Mereka tidak saling bertanya tentang mukjijat kehamilan yang diterima oleh keduanya. Mereka bersuka ria didalam Tuhan. Maria tinggal disitu 3 bulan lamanya.
Hal ini memberikan teladan bagi kita apabila kita mempunyai suatu masalah kemanakah dan pada siapakah kita akan mencari teman untuk bercerita. Teladan Maria diatas mengajak kita agar dalam mencari teman curhat kiranya kita bisa memilih teman yang mampu meneguhkan iman kita dan membawa kita semakin dekat pada Tuhan.
Dan apabila ada teman yang datang pada kita dengan segenap permasalahannya kitapun mampu meneguhkan iman teman kita. Kita harus mampu menjadi pendengar yang baik tanpa harus menghakimi. Kita berikan pengaruh yang positif dan baik bagi teman kita. Dengan demikiankita mampu menjadi saluran berkat bagi sesama kita.
Tuhan terimakasih atas renungan yang kau berikan pada hari ini. Terima kasih atas teladanmu Bunda Maria. Bantu kami agar mampu meneladani engkau. Amien

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

1 komentar:

Sugeng mengatakan...

Pada dasarnya manusia selalu membutuhkan orang lain untuk berkembang dan menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Curhat yang tepat sasaran sungguh membuat hidup semakin hidup, namun kalau salah sasaran membuat hidup semakin menderita.
Berbahagialah orang yang memeliki sahabat sejati